Dalam masa sekarang yang serba modern peran aplikasi sistem informasi dalam bisnis adalah untuk memberikan dukungan efektif atas strategi perusahaan agar dapat memperoleh keunggulan kompetitif. Sistem informasi strategis dapat dapat membanu perusahaan untuk menghadapi tekanan kompetitif yang membentuk struktur persaingan dalam perusahaan, dan dikatakan oleh Michael Porter, dalam buku Sistem Informasi Manajemen
bahwa keunggulan kompetitif suatu perusahaan dapat diwujudkan jika senantiasa berupaya mengatasi pesaing yang sudah ada, pesaing baru, ancaman barang atau produk pengganti, dan kekuatan tawar pelanggan atau pemasok.
Untuk mengatasi beberapa masalah dalam hal mendapatkan keunggulan kompetitif bisa dicapai dengan mengimplementasikan beberapa strategi:
2. Strategi diferensiasi.
3. Strategi Inovasi.
4. Strategi Pertumbuhan.
5. Strategi Persekutuan.
kelima strategi diatas adalah strategi yang sudah sering dipakai oleh perusahaan-perusahaan dalam dunia bisnis, maka dari hal itu perlu adanya pembahasan mengenai strategi lain yang mungkin bisa dipakai oleh suatu perusahaan dalam mengatasi masalah-masalah yang muncul dari tekanan kompetitif.
strategi lain yang mungkin dapat digunakan dalam menghadapi tekanan kompetitif:
1. strategi TI
dalam jaman sekarang yang serba canggih dibutuhkan strategi dengan penggunaan media TI (teknologi informasi) hal ini bisa diterapkan dengan media internet atau dapat disebut juga dengan e-commerce. melalui jaringan ini seorang pengusaha atau perusahaan dapat menekan biaya dalam hal proses bisnis, misalnya dalam hal perikalanan. Adapun hal lain yang dapat diperoleh dengan TI adalah dapat mengurangi keunggulan diferensiasi para pesaing, kemudian kita juga dapat mengembangkan pangsa pasar kita yang sebelumnya mungkin masih dalam skala local menjadi nasional bahkan sampai internasional, melalui TI juga kita bisa membangun kerjasama virtual dengan pelanggan, pemasok, dan pihak lain dengan akses yang lebih mudah dan cepat.
2. Strategi Knowledge management (manajemen pengetahuan)
untuk memudahkan pemahaman mengenai menajemen pengetahuan, pertama kita harus tahu terlebih dahulu mengenai definisinya. Fernandez dan Shabwerwal (2001) mengartikan pengetahuan sebagai suatu hasil refleksi dan pengalaman seseorang, sehingga pengetahuan selalu dipunyai oleh individu atau kelompok.
Studi-Studi KM mengungkapakan pentingnya organisasi mengembangkan pengetahuan sebagai asset agar mempu menghadapi persaingan. studi Caniero (2000) memberikan pemahaman bahwa KM dibentuk dari berbagai karakteristik personal dan pengembangan personal. KM membentuk keputusan-keputusan stratejik, dan dari keputusan-keputusan Stratejik terbentuklah market Knowledge dan Icompetitors knowledge. Market Knowledge adalah usaha-usaha inovatif dan menghasilkan inovasi sedangkan competitors knowledge membentuk usaha-usaha kompetitif yang menghasilkan daya saing. (B. Elnath Aldi,2005)
mengacu dari hasil penelitian yang dilakukan diatas menunjukkan bahwa KM memegang peranan dalam kehidupan organisasi. pengetahuan dapat dikatakan merupakan sumber internal dalam organisasi yang tidak mungkin diadaptasi oleh pesaing atau competitors. hal ini dikarenakan pengetahuan yang dimiliki masing-masing individu berbeda satu sama lain. sehingga para pesaing tidak mungkin meniru pengetahuan yang dipunyai oleh perusahaan.
sebagai semberdaya yang berharga bagi organisasi, sebaiknya organisasi mengelola manajemen pengetahuan dengan baik. ada empat langkah yang perlu dilakukan agar KM menjadi sumber daya yang stratejik.
a. pengetahuan dapat “dhsimpan”
data, informasi, maupun pengetahuan dapat disimpan dalam bentuk dokumentasi agar mudah ditelusuri dan dapat dengan mudah memanfaatkannya di setiap kesempatan.
b. Pengetahuan mudah diakses
setiap anggota organisasi difasilitasi agar mampu mengakses pusat pengetahuan organisasi sehingga dapat meningkatkan KM masing-masing anggota.
c. Peningkatan Pengetahuan didukung oleh organisasi
organisasi menciptakan lingkungan yang mempercepat peningkatan pengetahuan, contoh kongkritnya adalah perusahaan memberikan penghargaan bagi anggota yang menyumbangkan pengetahuan demi kemajuan organisasi.
d. Mengelola pengetahuan sebagai Aset.
Organisasi yang mempunyai pengetahuan superior mampu mengkoordinasi dan mengkombinasikan sumberdaya-sumberdaya tradisional dan kapabilitas dalam bentuk dan cara baru sehingga dapat memberikan nilai lebih bagi pelanggan. dengan memiliki sumber daya pengetahuan yang superior organisasi dapat mengetahui bagaimana mengembangkan dan mengeksploitasi sumber daya lebih baik dari pesaing meskipun sumber daya tersebut unik dan mudah ditiru.
Knowledge management bisa dikatakan merupakan aset utama dari sebuah organisasi, dan menjadi dasar dari segala strategi keunggulan kompetitif yang lain karena tanpa adanya manajemen pengetahuan yang baik dari organisasi itu maka organisasi itu akan sulit bersaing, akan terus tertinggal dan kalaupun ingin memakai strategi TI, inovasi, diferensiasi, dan lain sebagainya harus didukung daris sejauh mana pengetahuannya mengenai hal tersebut.
DAFTAR RUJUKAN
B.Elnath Aldi. 2006. Menjadikan Manajemen Pengetahuan Sebagai Keunggulan Kompetitif perusahaan melalui Strategi berbasis Pengetahuan. Jurnal Studi Manajemen dan Organisasi. Vol. 2. No. 1.
Drs.Muhammad Arief, M.Si. 2005. Sistem Informasi Manajemen.buku tidak diterbitkan: Malang.







0 komentar:
Posting Komentar