Minggu, 29 April 2012

Bulan Terbelah (benarkah pernah terjadi ?)












mungkin kedengarannya gila, masak bulan bisa terbelah ?? apakah ini suatu sihir seperti yang dikatakan kaum quraisy pada rasulullah SAW atau sebaliknya ini benar2 sebuah mukjizat yang diberikan ALLAH SWT kepada rasulnya, pengen tw detail kisahnya monggo,,, cekidot...

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi
Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang
warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah
ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?
 Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai
berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah.
Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di
Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta
yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada
juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu
itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an.
Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri
dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat
yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun
telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ?
Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah
diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat
tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia
tidak bisa menjangkaunya. Dan tentang terbelahnya
bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada
Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam
sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya,
sebagaimana nabi-nabi sebelumnya.
Dan mukjizat yang
kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh
setiap
orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub
di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah,
maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak
akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang
benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah
Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang
Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala
sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah
kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah
sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah.
Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau
engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada
kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan
kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah
bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab:
Coba belah bulan, .."
Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa
kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu
Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka
Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan
terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka
serta-merta orang-orang musyrik pun berujar,
"Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!"
Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang
benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya
akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada
ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu
orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka
orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas
kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari
perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama
kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang
musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu
yang aneh dengan bulan?"Mereka menjawab, "Ya, benar.
Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah
menjadi dua
dansaling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu
kembali...!!!"

Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya
lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah
menurunkan ayat-Nya: 

Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah
bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami,
merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini
adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka
mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka.
Dan setiap urusan benar-benar telah tetap ....sampai
akhir : Al-Qur'an surat Al-Qamar.

Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr.
Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr.
Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri
seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri
seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb
Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku
menambahkan??"

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan
dengan senang hati."
Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti
agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah
seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah
makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun
berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu
pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka
terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang
pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun
membacanya:

Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah
terbelah...
Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal??
Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu
kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa
melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari
membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri
dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah
Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya
dalam pencarian kebenaran. Maka aku pun suatu hari
duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah
diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang
pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa
tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu
besardalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa,
padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah
kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan.
Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan
untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak
berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan
proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini
akan
membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen
kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan
pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang
sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan
kehidupan manusia.

Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya
astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana
perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah
menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar.
Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget
danberkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu
besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di
bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya
tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan,
akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di
dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat
hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana
lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia,
maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada
siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat
apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal
taruhannya. Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah
mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala,
kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya,
"Bagaimana kalian
bisa yakin akanhal itu?" Mereka menjawab, "Kami
mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang
terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam
(perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar
geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal
ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang
bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris
mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan
berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah
terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam
1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah
mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu
besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan
akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini
tidak mungkin salah ... Maka aku pun berguman, "Maka,
aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca
surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku
menerima dan masuk Islam.

sumber: artikel yang diterbitkan oleh Abu Muhammad.

2 komentar: